Rumah Pintar Pemilu KPU Nganjuk Jadi Destinasi Siswa Belajar Demokrasi dan Kepemiluan

KPU Nganjuk- Rumah Pintar Pemilu (RPP) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nganjuk menjadi destinasi siswa-siswi untuk mempelajari tentang demokrasi dan kepemiluan. Bulan lalu, tepatnya pada hari Kamis (25/9/2025) RPP KPU Nganjuk dikunjungi puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Nganjuk. Kali ini, giliran puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Muhammadiyah 1 Nganjuk yang melakukan kunjungan ke RPP, Senin (13/10/2025).

Siswa-siswi yang didampingi sejumlah guru diterima oleh komisioner dan jajaran sekretariat KPU Nganjuk. Kunjungan tersebut diikuti oleh 33 siswa dan 3 guru pendamping. Mereka mengikuti pertemuan di Ruang Rapat Demokrasi KPU Nganjuk. 

Dalam acara ini, para siswa menyimak sambutan dari Ketua KPU Nganjuk, Arfi Musthofa. Arfi yang juga membuka kegiatan tersebut didampingi jajaran komisioner KPU Nganjuk. Yakni Romza selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih (Sosdiklih), Partisipasi Masyarakat (Parmas), dan Sumber Daya Manusia (SDM), Nanang Wahyudi, Divisi Hukum dan Pengawasan, serta Yusuf Setiawan, Divisi Teknis Penyelenggaraan. Selain itu, hadir pula Kristanto, Sekretaris KPU Nganjuk dan Anang Subekti, Kepala Sub Bagian Partisipasi Hubungan Masyarakat (Parhubmas), beserta jajaran sekretariat lainnya.

Para pelajar ini juga diberi tambahan pengetahuan seputar kepemiluan dan demokrasi oleh komisioner KPU Nganjuk. Selain itu, secara khusus Romza memaparkan materi tata kelola pemilihan sebagai referensi pengelolaan pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) maupun organisasi sejenis.  

Dalam materi yang disampaikan, Romza menjelaskan komponen-komponen penting dalam pelaksanaan pemilihan. Yakni penyelenggara, pemilih, dan peserta atau calon. Selain itu, ia menjabarkan tahapan-tahapan dalam pemilihan yang dapat dijadikan referensi dalam pelaksanaan pemilihan Ketua OSIS.

"Dalam melaksanakan pemilihan Ketua OSIS sebaiknya memiliki peraturan yang dijadikan panduan. Aturan main itu penting. Supaya penyelenggara atau panitia pelaksana, kemudian pemilih, maupun peserta atau calon itu memiliki pemahaman yang sama tentang sistem penyelenggaraan pemilihan Ketua OSIS. Dari situlah kemudian dijadikan pedoman bersama," ungkap Romza.

Sebelum forum ditutup, dibuka sesi tanya jawab. Perwakilan siswa tampak antusias menyampaikan pertanyaan yang kemudian ditanggapi oleh Komisioner KPU Nganjuk. (Humas KPU Nganjuk)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 42 Kali.